sumber foto www djakartamagazine com
sumber foto www djakartamagazine com

Kepada

PANITIA PENGUMPULAN DAN PEMBAGIAN ZAKAT FITRAH DKI

  

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sudah menjadi kebiasaan selama ini bahwa pelaksanaan pengumpulan dan pembagian zakat fitrah dilakukan oleh panitia-panitia zakat fitrah setempat dengan memusatkan kegiatannya di masjid, mushalla, madrasah atau tempat-tempat lain, dimana dilakukan penerimaan zakat fitrah dari muzakki, dan pembagiannya kepada para mustahiq.

Walaupun pada sebagian tempat pembagian itu oleh panitia telah dibagi-bagikan terlebih dahulu kupon-kupon tanda para mustahiq, tetapi tak urung pembagian yang dipusatkan di satu tempat itu mengundang antrian para mustahiq yang cukup panjang dengan segala kemungkinan-kemungkinan akibat-akibatnya (berdesak-desakkan dan berebut-rebutan).

Dari satu segi cara pembagian yang dipusatkan itu dapat dianggap oleh panitia atau umum sebagai satu cara yang praktis, meringankan beban panitia, dan merupakan pula syi’ar kegiatan masyarakat muslimin setempat. Tetapi dari sudut lain tidak mustahil pula dia dianggap satu pertunjukkan kemiskinan masyarakat muslimin setempat, dan penurunan nilai harga diri para mustahiq yang bersangkutan.

Agama kita mengajarkan bahwa meminta-minta (mengemis) itu adalah satu perbuatan yang tidak disukai, bahkan pembagian zakat fitrah itu disyari’atkan oleh Nabi sebagai salah satu usaha mencegah mengemis itu:

أغنوهم عن الطواف في هذا اليوم

“Kayakanlah mereka dari (jangan dibiarkan) keluar berkeliling minta-minta pada hari (raya) ini”. [HR Daruquthni].

Manusia muslim yang mempunyai kepribadian (punya perasaan harga diri) tidak akan minta-minta sekalipun ia dalam keadaan kekurangan.

يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُمْ بِسِيمَاهُمْ لا يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًا

“Orang-orang yang tidak mengetahui menduga mereka (muslim yang berkepribadian) orang kaya oleh sebab kepribadian; mereka tidak mau minta-minta”. [QS. Al-Baqarah:273]

            Barangkali masih segar dalam ingatan kita, bahwa beberapa tahun yang lalu di seluruh dunia tersiar “The Best Photo of The Year” (gambar terbaik tahun ini) yang menggambarkan fakir miskin yang sedang berebut-rebutan, injak menginjak sambil menengadahkan tangannya kearah panitia yang sedang membagi-bagikan zakat fitrah di salah satu masjid ibukota.

            Untuk menghindari terulangnya pemandangan yang menyedihkan dan penurunan harga diri itu, alangkah baiknya panitia zakat fitrah setelah meneliti terlebih dahulu akan mustahiq yang bermukim di daerah lingkungan kerjanya, kemudian memencarkan tempat-tempat pembagiannya ke tempat-tempat yang berdekatan dengan mereka, sehingga tidak memerlukan antrian di masjid, mushala atau madrasah tempat pemusatan pengumpulan zakat fitrah itu.

            Apabila panitia dapat mengatur pembagian sampai ke rumah masing-masing mustahiq dan untuk ini dapat diikuti sertakan remaja masjid dan pramuka maka berarti panitia zakat fitrah telah berhasil meningkatkan mutu amalnya sesuai dengan jiwa hadits Nabi dan firman Allah di atas. Demikian pula sesuai dengan sifat manusia yang disenangi Allah :

خير الناس من طال عمره و حسن عمله

“Sebaik-baik manusia ialah orang yang semakin lanjut usianya semakin baik (meningkat) pula mutu kerjanya”.

 

Dari segi keduniaan panitia zakat fitrah akan berhasil pula membersihkan tempat-tempat ibadah dan ibukota dari pemandangan yang menyedihkan dan merendahkan nilai-nilai kepribadian manusia.

Jakarta : 24 Ramadhan 1398 H

28 Agustus 1978 M

 

 

DP. MAJELIS ULAMA INDONESIA

DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

Ketua I

 

 

Ttd.

 

 

KH. Rahmatullah Shiddiq

Sekretaris Umum,

 

 

Ttd.

 

 

H. Gazali Syahlan