TAUSHIYAH MAJELIS ULAMA INDONESIA

PROVINSI DKI JAKARTA

MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 TAHUN 2020

Seiring dengan merebaknya wabah COVID-19 di Indonesia, khususnya wilayah DKI Jakarta, dengan ini Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan beberapa Pesan/Thausiyah, sebagai berikut:

  1. Umat Islam/Warga DKI Jakarta harus meningkatkan kewaspadaan dengan adanya pandemi virus Covid-19/Corona, mengingat DKI Jakarta telah menjadi wilayah salah satu pusat epidemi virus tersebut (penyebaran secara cepat dengan jumlah terjangkit banyak dan tidak normal);
  2. Umat Islam/Warga DKI Jakarta wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan dan menjauhi tindakan dan interaksi yang diyakini dapat mengakibatkan infeksi virus Covid-19 atau menjadi pembawa (carrier) virus tersebut, dengan menularkannya ke orang lain yang lemah kekebalan tubuhnya, sebagai pengamalan dan menjaga lima (5) tujuan pokok beragama (al-Dharuriyat al-Khams), yaitu Menjaga Jiwa, Agama, Akal, Harta, dan Keturunan;
  3. Umat Islam/Warga DKI Jakarta yang telah terinfeksi virus Covid-19, baik suspect (diduga terkena virus karena menunjukkan gejala dan pernah kontak dengan orang yang positif corona), atau positif (setelah cek laboratorium atau prosedur lain): a. Wajib mematuhi ketentuan dan instruksi pihak-pihak yang berwenang dengan melakukan upaya pengobatan dan mengisolasi diri agar tidak menularkan virus kepada orang lain; b. Diharamkan melakukan aktifitas yang bersinggungan (kontak) dengan orang lain, baik aktifitas keagamaan seperti ibadah sunnah jamaah shalat lima waktu, shalat Tarawih, shalat Ied, menghadiri pengajian umum/tabligh akbar, atau aktifitas non keagamaan seperti jalan-jalan ke mall, ngopi dengan teman-teman, dan berbagai aktifitas lainnya di ruangruang publik;
  4. Umat Islam/warga DKI Jakarta yang sehat dan belum suspect atau diyakini tidak terinfeksi Covid-19 dan berada di suatu kawasan epidemi Covid-19 (zona merah), tidak boleh menyelenggarakan aktifitas keagamaan dan non keagamaan yang melibatkan banyak orang, karena diyakini dapat menjadi media penyebaran Covid-19;
    Umat Islam/warga DKI Jakarta yang sehat dan belum atau diyakini tidak terinfeksi Covid-19 dan berada di suatu kawasan yang menurut pemerintah memiliki potensi menjadi kawasan epidemi Covid-19 (zona Kuning) diharuskan melakukan social distancing (menjauhi segala bentuk perkumpulan, menjaga jarak antar manusia, menghindari pertemuan yang melibatkan banyak orang), sehingga boleh (mubah) meninggalkan salat Jumat dan menggantikannya 2 dengan shalat zuhur di tempat kediaman, dan boleh meninggalkan ibadah sunnah lainnya;
  5. Umat Islam/warga DKI Jakarta yang sehat dan belum atau diyakini tidak terinfeksi Covid-19 dan berada di suatu kawasan yang berdasarkan ketetapan pemerintah memiliki potensi penularan yang rendah (zona hijau), harus (Wajib) menjalankan kewajiban ibadah sebagaimana biasa, dan wajib menjaga diri agar tidak terpapar virus Corona di samping melakukan social distancing, dengan menghindari kontak fisik langsung (bersalaman, berpelukan, cium tangan), membawa sajadah sendiri ke masjid/mushalla, dan selalu menjaga kebersihan diri, minimal mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer;
  6. Umat Islam/warga DKI Jakarta dilarang (haram) menyebarkan hoax tentang pandemi Covid-19 atau melakukan tindakan-tindakan lain, yang bisa menimbulkan kepanikan dan/atau menyebabkan kerugian publik, misalnya memborong dan menimbun (al-ihtikar) bahan kebutuhan pokok atau masker;
  7. Umat Islam/warga DKI Jakarta wajib mentaati kebijakan pemerintah terkait prosedur kewaspadaan pandemi Covid-19, dan mendukung tindakan isolasi dan pengobatan yang dilakukan Pemerintah terhadap pasien suspect dan positif Covid-19, agar penyebaran virus tersebut dapat dibatasi dan dihentikan;
  8. Umat Islam//warga DKI Jakarta hendaknya menyikapi orang-orang yang suspect dan positif terinfeksi Covid-19 secara proporsional sesuai kaidah kesehatan, dan menerima kembali saudara-saudara yang sudah dinyatakan negatif dan/atau sembuh kembali;
  9. Umat Islam/warga DKI Jakarta agar semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak ibadah, taubat, istighfar, dzikir, membaca Qunut Nazilah di setiap shalat fardhu, memperbanyak shalawat, memperbanyak sedekah, dan senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan dan keselamatan dari musibah dan marabahaya (du’a daf’i al-bala’/ doa tolak bala), khususnya dari pandemi Covid-19.

Jakarta, 24 Rajab 1441 H

19 Maret 2020 M

BIDANG FATWA MUI PROVINSI DKI JAKARTA