Mencetak ulama mumpuni itu tidak mudah, terlebih bila fungsi ulama itu bukan sekadar mengajarkan ilmu-ilmu agama yang komprehensif, tapi juga melayani dan mengayomi kebutuhan spiritual umat Islam.   Terutama sekali, bila ulama itu tinggal di kota Jakarta yang masyarakatnya majemuk dan terdidik.  Demikianlah kiranya yang disampaikan Prof. Dr. Dede Rosyada, rektor UIN Jakarta, saat memberikan orasinya pada acara  Wisuda Lulusan Pendidikan Dasar Ulama [PDU] Angkatan VI Tahun 2014 dan Pengukuhan Peserta Pendidikan Kader Ulama [PKU] Angkatan XIII Tahun 2015 MUI Provinsi DKI Jakarta, 14 Maret 2015 lalu.

Dalam acara yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB di Aula Serba Guna Jakarta Islamic Center, Jakarta Utara, itu, Prof. Dede   Rosyada juga mengungkap beberapa kelebihan yang dimiliki alumnus PDU dan PKU ketimbang institusi pendidikan Islam lainya. Menurutnya, layanan pembinaan keagamaan pada masyarakat muslim di Indonesia, terutama sekali Jakarta, yang tradisi dan ritual keagaamaanya begitu hidup dan banyak itu tidak bisa dilaksanakan semua orang. Ia [seorang ulama atau dai] itu harus benar-benar well-educated. Pada titik inilah, alumni PDU dan PKU diharapkan mengambil perannya. Pasalnya, imbuh Prof. Dede, “Alumni UIN sekalipun tidak mengarah ke sana. Mereka lebih dituntut menjadi profesional-santri, yang hatinya dekat dengan Tuhan saat menjalani profesinya masing-masing. Mereka tidak mengambil peran secara spesifik melayani masyarakat muslim. Karena itulah, kader ulama di PDU dan PKU yang mesti mengambil kewajiban peran tersebut.”

Selain dihadiri Prof. Dr. Dede Rosyada, pada momen spesial ini hadir pula Kabirodikmental Provinsi DKI Jakarta, Sekda Provinsi DKI Jakarta, serta tentu saja Ketua Umum MUI Provinsi DKI Jakarta, KH. A. Syarifuddin Abdul Ghani MA, dan Sekretaris Umum MUI Provinsi DKI Jakarta, KH. Zulfa Mustofa beserta jajaran pengurus MUI Provinsi DKI Jakarta dan pengurus MUI di 5 wilayah Jakarta. Dalam sambutanya, KH. Syarifuddin menyampaikan  bahwa ilmu yang didapatkan alumni PDU dan PKU bukanlah puncak menyerap ilmu-ilmu keislaman. Baginya, para alumnus PDU dan PKU sebaiknya tidak berpuas diri, namun mesti meng-upgrade lagi ilmunya. Sebab, untuk melayani masyarakat muslim,  ilmu yang didapatkan di lembaga ini baru sekadar kunci pembuka gerbang saja.

Pada kesempatan kali ini, sebagaimana disampaikan Direktur PDU dan PKU plus Ketua Komisi Pendidikan MUI DKI Jakarta, Drs. KH. Thoyyib Sah Putra M.Pd, alhamdulillah, lembaga PDU dan PKU berhasil mewisuda 38 orang dari wilayah Jakarta Pusat, 28 orang dari Jakarta Barat, 38 orang dari Jakarta Utara, 27 orang dari Jakarta Selatan, dan 25 orang dari Jakarta Timur.

Perhelatan ini kian meriah saat Sekda DKI Jakarta, H. Saefullah, bersama Ketum MUI DKI Jakarta mengukuhkan para wisudawan dan wisudawati PDU dan PKU. Dalam pengukuhan tersebut, atas nama Pemprov.  DKI Jakarta, H. Saefullah mengumumkan pemberian hadiah paket umroh kepada wisudawan dan wisudawati terbaik, yakni Kartini Musyarifah [Jakarta Utara], Moch. Sholeh [Jakarta Pusat], Achmad Fadhillah [Jakarta Selatan],Abdul Rojak [Jakarta Barat], dan Luthfiyah [Jakarta Timur]. Selanjutnya, acara ditutup dengan doa dan pemberian syahadah [ijazah] kepada segenap wisudawan-wisudawati PDU angkatan ke-6 dan PKU angkatan ke-13. [Muaz/foto: Taufik]

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of